Tekan Inflasi, Kabupaten Probolinggo Pasok Bawang Merah Puluhan Ton ke Maluku Tengah

Produk bawang merah Kabupaten Probolinggo dipasok ke Maluku Tengah.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Untuk mencegah inflasi, Pemkab Probolinggo, Jawa Timur, bersama Pemkab Maluku Tengah, Maluku, menjalin MoU komoditas produk unggulan salah satunya bawang merah. 

Sebagai tindak lanjut MoU, Kabupaten Probolinggo mengirimkan puluhan ton bawang merah ke Kabupaten Maluku Tengah. 

Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, Kabupaten Probolinggo memasok puluhan ton bawang merah sebagai tindak lanjut nota kesepahaman atau MoU yang sudah diteken. 

"Bawang merah yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Probolinggo sudah dikirim ke Maluku Tengah dengan sejumlah tahap. Melibatkan pedagang bawang merah. Pemkab Probolinggo memfasilitasi," kata Ugas Sabtu (11/11/2023). 

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menjelaskan, rencana pemesanan bawang merah oleh Pemkab Maluku Tengah sebanyak 30 ton. 

"Secara bertahap dikirim sebanyak 15 ton untuk pengiriman awal. Saat ini yg masuk baru 3 ton," jelas Taufik.  

Menurutnya, kerja sama itu sistemnya B to B (bisnis to bisnis). Artinya komunikasi bisnis antar pedagang Malteng dan Kabupaten Probolinggo sendiri. 

Pemerintah daerah memfasilitasi dan menjamin kelancaran proses hingga ke tujuan sasaran. Intinya terjadi simbiosis mutualisme antara pemerintah daerah. 

"Produk bawang merah probolinggo dapat terserap ke Maluku Tengah yang saat ini berjuang mengatasi inflasi, khususnya dipengaruhi dari sektor bawang merah. Bawang merah probolinggo dipilih karena aroma kuat dan lebih tahan lama," tandas Taufik. 

Dalam kerja sama ini, Pemkab Maluku Tengah memberikan subsidi biaya transportasi dari Kabupaten Probolinggo ke Maluku Tengah. 

Diketahui,  Pemkab Probolinggo dan Pemkab Maluku Tengah menandatangani  kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama Tentang Distribusi Komoditas dan Produk Unggulan di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jumat (20/10/2023) lalu.

Nota kesepakatan bersama ini diteken oleh Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto dan Pj Bupati Maluku Tengah Rakib Sahubawa.  

Dilanjutkan dengan teken perjanjian kerja sama Pemkab Probolinggo dengan Pemkab Maluku Tengah Tentang Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Komoditas Bawang Merah Dalam Pengendalian Inflasi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Yahyadi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tengah Juliana Haumahu.

Perjanjian kerja sama juga dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dan Pemkab Maluku Tengah Tentang Distribusi Bawang Merah oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo Taufik Alami dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Maluku Tengah Erni Rahman.

Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama ini disaksikan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Pj Bupati Maluku Tengah Rakib Sahubawa mengungkapkan kerja sama ini bisa menyelesaikan berbagai masalah yang saat ini dihadapi di Kabupaten Maluku Tengah, salah satunya mengendalikan kenaikan harga-harga atau sering dikenal dengan inflasi.

“Kenaikan harga-harga sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama salah satunya adalah komoditas bawang merah. Ternyata di Kabupaten Probolinggo merupakan lumbung atau salah satu daerah penghasil bawang merah di Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu jelas Pj Bupati Rakib, pihaknya melakukan kerjasama dengan Pemkab Probolinggo. Tentunya nanti dengan para pedagang dan produsen atau pengepul yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan para pedagang di Kabupaten Maluku Tengah. Perbedaan harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Maluku Tengah memang sangat tinggi.

“Ini terutama diakibatkan oleh jalur transportasi yang panjang dan margin atau tambahan-tambahan biaya yang terjadi selama jalur distribusi perdagangan di Indonesia, khususnya dari Kabupaten Probolinggo ke Kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena itu melalui kerjasama ini kiranya harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo tidak akan terlalu jauh dengan Kabupaten Maluku Tengah. Salah satunya kami akan subsidi transportasi sehingga harga bawang merah di daerah kami juga bisa lebih rendah,” terangnya.

Sementara Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan kerja sama yang dilakukan antara Pemkab Probolinggo dengan Pemkab Maluku Tengah ini dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan inflasi agar tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo bagaimana inflasi ini harus tetap terjaga melalui kerja sama antar daerah.

“Tiap-tiap daerah mempunyai kesulitan dan kelebihan yang berbeda-beda. Hari ini Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Maluku Tengah ada kecocokan dan ada hal yang bisa disinergikan, salah satunya adalah bawang merah,” katanya.

Menurut Pj Bupati Ugas, dengan adanya kerja sama ini Kabupaten Probolinggo bisa membantu daerah lain sehingga inflasi di daerah lain akan terbantukan. Kerja sama ini akan menjadikan daerah menjadi kuat dan saling menjaga bagaimana di daerah lain tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

“Kita juga bisa di saat tertentu kekurangan hal-hal yang mungkin tidak bisa memenuhinya, sehingga kita harus bekerja sama dengan daerah lain. Kita siap untuk memberikan support karena ini memberikan dampak positif bagi Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Pj Bupati Ugas menegaskan tidak menutup kemungkinan Kabupaten Probolinggo juga membutuhkan produk-produk unggulan dari daerah lain. Seperti halnya cengkeh dari Kabupaten Maluku Tengah yang sudah ekspor.

“Di saat ada kekurangan stok, bukan tidak mungkin kita bisa juga menjalin kerja sama dengan Kabupaten Maluku Tengah. Nantinya Pemerintah Daerah akan mensubsidi transportnya agar harga barangnya tidak telalu tinggi dan mahal,” pungkasnya. ig/fa

607

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id