Sosok dan Kiprah Teuku Arsya Khadafi di Probolinggo

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Sekitar dua tahun AKBP Teuku Arsya Khadafi menjabat Kapolres Probolinggo, tepatnya sejak Juni 2021 lalu. Polisi ganteng ini bergeser ke Tulungagung.

Kapolres yang kerap disapa Arsya itu akhirnya dimutasi, menjabat sebagai Kapolres Tulungagung, menggantikan AKBP Eko Hartanto yang dimutasi sebagai Kabahbinkar Ro SDM Polda Sumut.

Mutasi itu tertulis di surat telegram (TR) dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (26/6/2023) lalu.

“Betul. Pak Kapolres pindah ke Tulungagung. Posisi beliau digantikan oleh AKBP Wisnu Wardana, sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,” kata Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Sugeng Santoso.

Selama mengabdi di Kabupaten Probolinggo, Arysa berjibaku menanggulangi wabah Covid-19, penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, serta banyak kasus dan peristiwa besar yang berhasil diungkap. Berikut kiprah Kapolres Probolinggo Arsya Khadafi.

Vaksinasi Covid-19

Saat Arsya baru saja diamanahkan sebagai Kapolres Probolinggo, penyebaran Covid-19 sedang marak-maraknya di Kabupaten Probolinggo. Pemerintah pusat pun juga memerintahkan pemerintah daerah menggencarkan vaksinasi.

Untuk mendukung upaya pemerintah itu, Arsya mendirikan gerai vaksin Covid-19. Selain itu, ia mengerahkan pasukannya untuk membantu pelaksanaan vaksinasi yang digelar organisasi, yayasan, dan kelompok masyarakat.

Pada Jumat (15/10/2021) Polres Probolinggo ikut menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Total 50.962 dosis vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan.

Kelompok masyarakat yang ingin menggelar vaksinasi Covid-19 pada saat itu bisa menghubungi Polres Probolinggo. 

“Kita dukung vaksinasi sebagai upaya menekan lonjakan Covid-19,” kata Arsya kala itu.

Ungkap Ladang Ganja Pertama di Probolinggo

Di masa kepemimpinannya, Asrya berhasil mengungkap kasus penemuan ganja di Desa Wonoroto, Kecamatan Sukapura, yang termasuk kawasan Bromo pada Sabtu (1/1/2022) lalu.  

Ada 10 tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Arsya menjelaskan, para tersangka menggelar pesta ganja pada malam perayaan Tahun Baru, tepatnya pada pukul 00.20 WIB di gudang milik Suntoro Asi Wibowo. 

“Saat itu Satreskoba melakukan antisipasi pesta narkoba di malam Tahun Baru dan berhasil mengungkap kasus ini. Setelah dilakukan pengembangan, pihak Satresnarkoba berhasil menemukan ganja yang masih ditanam di ladang milik salah satu tersangka,” ucap Arsya dalam konferensi pers, Selasa (4/1/2022). 

Kasus ini menjadi pengungkapan pertama penemuan ganja di Kaupaten Probolinggo. Pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk mencegah agar penyebaran narkotika ini tidak menjamur ke lainnya, khususnya generasi muda. 

Dari tangan para tersangka, anggotanya berhasil menyita 17 tanaman ganja dalam polybag, 20 benih ganja, empat plastik klip ganja kering, tiga linting rokok ganja kering dan satu pohon ganja.

Penyakit Mata dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak  

Sekitar bulan Juni 2022, Hewan ternak sapi di Kabupaten Probolinggo dilanda wabah PMK. Akibatnya para peternak pun mengalami kerugian yang sangat besar.

Arsya memahami Kabupaten Probolinggo menduduki peternakan terbesar nomor tiga di Jawa Timur. Tentunya ini juga memberikan dampak ekonomi ke masyarakat

Ia pun menurunkan pasukannya untuk melakukan pendampingan penyuntikan vaksin PMK oleh dinas terkait kepada hewan ternak.

Arsya juga menyarankan agar pemilik sapi menjaga kebersihan kandang dan merawat betul sapinya. Sebab, virus ini masih belum ada obatnya dan salah satu cara penanganannya adalah menjaga daya tahan tubuh sapi itu ketika terjangkit. 

Pihaknya juga memberikan bantuan berupa konsentrat pakan sapi laktasi sebanyak 1 ton kepada masyarakat. Bahkan, memberikan bantuan sembako untuk peternak sapi.

Tak hanya itu, Polres Probolinggo juga menggelar festival rawon, dengan membagikan nasi rawon gratis kepada 5.000 masyarakat hingga memecahkan Rekor Museum Indonesia dengan jumlah rawon terbanyak mencapai 5.236 porsi.

“Ini edukasi kepada masyarakat bahwa daging sapi aman dikonsumsi di tengah wabah PMK yang melanda. Supaya warga tidak khawatir lagi terkait isu daging sapi PMK. Bahwa masih ada sapi yang bebas PMK dan layak dikonsumsi,” tukas Arsya.

Penimbunan BBM Bersubsidi

Arsya berhasil menangkap empat tersangka penimbunan solar. Polisi mengamankan 31 ton atau 31.000 liter solar dalam pengungkapan itu dan menggelar konferensi pers, Senin (21/11/2022). 

Akibat penimbunan itu pula, solar di wilayah Kabupaten Probolinggo sempat langka. 

Para tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut yakni B selaku kernet, AR selaku sopir, SW selaku pendana dan VAP selaku penampung. 

Setiap tandon berisi 1.000 liter solar, sehingga total 31.000 liter atau 31 ton solar yang disita. 

Jika harga solar per liter Rp 6.800, maka total solar bersubsidi yang ditimbun itu senilai Rp 210.800.000. 

Barang bukti lainnya adalah truk dan dua buah alat pompa yang digunakan memindah solar dari truk yang dimodifikasi tersebut. “Pengungkapan kasus ini menjawab pertanyaan masyarakat tentang solar yang langka dan sulit didapat,” ujar Arsya saat itu.

Ungkap Kasus Pengedaran Narkotika oleh Oknum Ketua LSM

Arsya berhasil menyita sabu seberat 112,68 gram dari oknum Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Pasuruan. 

Selain sebagai ketua LSM, ia diketahui merupakan Kepala Biro berita online. Ia dihadirkan dalam rilis di Mapolres Probolinggo bersama para tersangka tindak pidana kepemilikan narkoba lainnya. 

Arsya langsung mengerahkan pasukannya usai pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang peredaran sabu. Saat dicek ternyata benar. 

Arsya mengatakan tersangka ditangkap saat hendak bertransaksi di pinggir jalan raya dekat rest area Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Transaksi itu terjadi pada hari Selasa (27/9/2022). 

Tangkap Otak Pembakaran Mobil

Masyarakat Kabupaten Probolinggo dibuat resah dengan adanya kasus pembakaran mobil. Akhirnya, di bawah kepemimpinan Arsya, ia berhasil menangkap S, otak atau aktor intelektual pembakaran mobil. 

Motifnya, karena pelaku sakit hati terhadap korban yang dinilai tidak komitmen. 

Arsya mengatakan, S merupakan warga Desa Binor, Kecamatan Paiton. Karyawan swasta berusia 49 tahun itu, menyuruh tiga orang membakar mobil Syaiful karena Syaiful Bahri dianggap tidak komitmen dalam sebuah kerja sama. 

"S membakar mobil Syaiful motifnya sakit hati. S menganggap Syaiful tidak komitmen terhadap sebuah kerja sama yang disepakati. Sehingga S menyuruh pelaku membakar mobil dengan imbalan uang Rp 8 juta," ujar Arsya dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Selasa (30/5/2023).  

Bongkar Penimbunan Pupuk Bersubsidi

Arsya menetapkan seorang pria berinisial MK sebagai tersangka kasus tindak pidana dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. 

MK tidak ditahan karena ancaman kurang dari lima tahun penjara. 

"Kami menetapkan MK sebagai tersangka kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. MK tidak kami tahan tapi dikenai wajib lapor, hingga naik ke jaksa penuntut umum," kata Arsya dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Rabu (21/6/2023). 

Arsya menceritakan, pada Minggu 7 Mei 2023 sekitar pukul 22.00 WIB, pelapor datang ke Polres Probolinggo untuk melaporkan terkait dugaan penimbunan pupuk Urea bersubsidi yang ditemukannya di TKP Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran. tersebut ditemukan oleh pelapor di dalam sebuah bangunan atau gudang KUD di TKP. 

Jumlahnya, 142 karung seberat 1,7 ton, tiap karung berisi 50 kilogram. Pelapor melakukan pengecekan terhadap barang di dalam gudang KUD tersebut dengan cara meminta M selaku pekerja kios untuk membuka kuncinya. 

Setelah dicek, tambah Arsya, menurut pelapor pupuk itu bukan pupuk bersubsidi yang diedarkan di wilayah Kabupaten Probolinggo karena produksi Petrokimia Gresik.

Riwayat Jabatan Arsya

Diketahui, Arsya sempat beken saat menembak teroris pelaku Bom Sarinah Jakarta pada 2016 lalu.

Arsya yang merupakan alumni Akpol 2003, sempat menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Metro Jakpus.

Akpol angkatan Tantya Sudira Jati ini, telah banyak mengenyam banyak prestasi selama ini. Awalnya, Arsya langsung ditempatkan di Polwiltabes Surabaya. Di sana Arsya langsung ditugaskan, di Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras).

Kemudian berlanjut di Polda Metro Jaya. Di sana AKBP Arsya memiliki prestasi besar, dengan mengungkap beberapa kejahatan jalanan. Mulai dari begal, jambret, hingga kasus pembunuhan.

Di grup media sosial, Arsya kerap dijuluki Kapolres Terbaik. Ternyata itu ada ceritanya. Bahwa dia terpilih sebagai lulusan terbaik dalam Pendidikan Sespimen Polri Angkatan 57. Arsya memborong tiga predikat terbaik sekaligus, yaitu Serdik Terbaik, Naskap (Naskah Strategi Perorangan) Terbaik dan Berkepribadian Terbaik.

Tak hanya itu, pada Rabu (10/5/2023), Arsya menerima penghargaan Commander wish dari Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto.

“Commander wish di antaranya penegakan hukum yang professional dan berkeadilan, penguatan databae berbasis digital, dan pemantapan Harkamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Arsya.

Tak sampai di situ, Arsya juga menerima penghargaan dari Kapolda Jatim melalui aplikasi Siap Semeru pada Kamis (15/6/2023).

“Aplikasi Siap Semeru merupakan aplikasi yang dibuat Polda Jatim guna menilai kinerja seluruh Polri di Polda Jatim dari tingkat kapolres sampai anggota. Penghargaa ini merupakan hasil kerja seluruh anggota Polres Probolinggo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat mewujudkan Polri yang presisi,” tukas Arsya. ig/fat/fa

 

1015

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id