Siap-siap, Rp 1.000 Akan Menjadi Rp 1

Uang kertas Rp 100.000.

BERITAKATA.id - Warga akan segera mengikuti kebijakan pemerintah, yakni penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan kesiapan bank sentral dalam mendukung redenominasi.

"Mengenai redenominasi, kami dari dulu siap," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers, dikutip CNBC pada Jumat (23/6/2023).

Dari data yang dihimpun, redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang.

Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju ke arah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya.

Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Diketahui, pada 2010, Bank Indonesia (BI) sebenarnya sudah pernah merencanakan lima tahapan pelaksanaan redenominasi rupiah. Pada tahap pertama, yaitu pada 2010, BI melakukan studi banding tentang redenominasi di beberapa negara.

Tahap kedua, tepatnya pada 2011-2012 merupakan masa sosialisasi. Tahap ketiga (2013-2015) merupakan masa transisi ketika ada dua kuotasi penyebutan nominal uang.

Dengan redenominasi, maka uang Rp 1.000 menjadi Rp 1. Rp 200.00 menjadi Rp 200. Dan sebagainya. 

Redenominasi adalah proses menggelindingkan nol (0) dari nominal rupiah yang ada, dengan kata lain penyederhanaan nominal mata uang rupiah. Redenominasi berbeda dengan sanering, artinya redenominasi tidak mengurangi nilai mata uang tersebut seperti yang terjadi pada proses sanering. ig/fa

1007

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id