Segini Areal Tanam Tembakau 2023 di Probolinggo

Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar sosialisasi perencanaan areal tembakau musim tanam tahun 2023 yang digelar oleh Dinas Pertanian (Diperta) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (10/5/2023).

Pemkab mempertemukan pimpinan gudang tembakau, blandang tembakau dengan kelompok petani di sembilan kecamatan.

Ada sekitar 700 orang yang hadir dalam sosialisasi itu, terdiri dari anggota DPRD, OPD terkait, Camat dan Forkopimka dan kepala desa.

Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko yang hadir dalam sosialisasi tersebut menjelaskan, perkembangan komoditas tembakau di Kabupaten Probolinggo saat ini perlu dibahas bersama.

Pasalnya, perencanaan areal tanaman sangat penting dilakukan untuk menyerasikan kebutuhan gudang dengan produksi tembakau agar tidak terjadi kelebihan areal produksi yang berimbas pada kelebihan produksi (over produksi) yang mengakibatkan penurunan harga tembakau.

Joko menyebut, rencana areal tanam tembakau musim tanam tahun 2023 seluas 9.549 ha dengan asumsi rata-rata produktivitas 1,3 ton/ha sehingga diperkirakan produksi tembakau Paiton VO sebesar 12.414 ton.

Dari produksi tersebut bisa terserap oleh gudang-gudang tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Realisasi areal tanam tembakau Paiton VO pada tahun 2022 sebesar 6,845 ha. Adapun produksinya 10.594 ton dengan kisaran harga Rp 40.000 sampai dengan Rp 52.000 di tingkat petani,” jelas Joko.

Joko melanjutkan, pihaknya telah menyusun rencana alokasi areal per kecamatan atas dasar potensi masing-masing wilayah mengacu pada realisasi tahun sebelumnya, target pembelian gudang dan kemungkinan adanya budidaya tanaman alternatif.

Diketahui, ada sembilan kecamatan potensial tembakau di Kabupaten Probolinggo, yakni Paiton, Pakuniran, Kotaanyar, Besuk, Kraksaan, Krejengan, Gading, Maron dan Pajarakan.

Dari situ, Joko berharap agar  camat, kepala desa, koordinator PPL dan PPL mensosialisasikan alokasi areal tersebut kepada masyarakat sehingga realisasi penanaman sesuai dengan alokasi areal yang telah direncanakan.

“Dengan demikian diharapkan produksi tembakau yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan gudang tembakau, baik jumlah maupun mutunya dan tentunya pada akhirnya akan membantu mengurangi permasalahan pada saat pemasarannya nanti. Bagi kecamatan dan desa yang tidak termasuk rencana alokasi areal tembakau, juga harus disosialisasikan agar masyarakat tidak ikut-ikutan menanam tembakau sehingga kualitas tembakau Paiton VO tetap terjaga,” harap Joko. ig/fat

1058

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id