Polisi Tangkap Aktor Intelektual Pembakaran Mobil di Probolinggo, Sakit Hati karena Korban Tidak Komitmen

Press rilis pengungkapan aktor intelektual pembakaran mobil digelar di Mapolres Probolinggo

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Polisi menangkap S, otak atau aktor intelektual pembakaran mobil milik Syaiful Bahri. Motifnya karena pelaku sakit hati terhadap korban yang dinilai tidak komitmen.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, S merupakan warga Desa Binor, Kecamatan Paiton.

S, pria swasta berusia 49 tahun, menyuruh tiga pelaku membakar mobil Syaiful karena sakit hati. Lantaran Syaiful Bahri dianggap tidak komitmen dalam sebuah kerja sama.

"S membakar mobil Syaiful motifnya sakit hati. S menganggap Syaiful tidak komitmen terhadap sebuah kerja sama yang disepakati. Sehingga S menyuruh pelaku membakar mobil dengan imbalan uang Rp 8 juta," ujar Arsya dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Selasa (30/5/2023).

Namun, Arsya belum menjelaskan kerja sama yang dimaksud karena masih dalam tahap pengembangan.

Menurut Arsya, S dan korban sebenarnya saling kenal. Mereka kemudian sepakat melakukan kerja sama. Tapi dalam perjalanan, Syaiful tidak komitmen. Sehingga S memiliki rencana untuk memberikan pelajaran terhadap korban.

Saat memiliki rencana memberikan pelajaran,  S bertemu dengan seorang pelaku dan disepakati membakar mobil Daihatsu Sigra milik korban. Seorang pelaku kemudian mengajak dua pelaku lainnya dengan imbalan Rp 8 juta dari S.

Aksi pembakaran mobil dilakukan pada 18 Oktober 2022. Menggunakan korek api, bahan bakar dan kain, para pelaku membakar mobil tersebut.

Saat itu korban yang berada di dalam rumah  kaget mendengar suara ledakan di garasinya, yang berasal dari aksi pembakaran mobil. Warga kemudian membantu memadamkan api. Korban rugi Rp 50 juta.

Korban kemudian melapor ke polisi. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan menangkap tiga pelaku.

Setelah memintai keterangan terhadap tiga pelaku dalam kasus itu, polisi kemudian memanggil S ke Mapolres pada Kamis (25/5/2023). Pada Jumat (26/5/2023), polisi  melakukan gelar perkara dan menetapkan S sebagai tersangka. S juga ditahan di Mapolres Probolinggo.

"S dijerat pasal 187 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara karena kasus dugaan tindak pidana pembakaran," kata Arsya.

Di halaman Mapolres, terpajang 20 karangan bunga dan banner ucapan selamat untuk Kapolres Probolinggo.

Arsya mendapatkan banyak apresiasi dari sejumlah pihak atas keberhasilannya mengungkap otak intelektual pembakaran mobil di Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, tersebut. Syaiful Bahri tercatat sebagai Ketua LSM Siliwangi.

Sedikitnya ada 20 banner ucapan selamat dan sukses kepada kapolres di depan gedung kantor Polres Probolinggo.

Banner tersebut berasal dari perseorangan, LSM, Ormas bahkan dari DPRD setempat.

"Kasus  pembakaran mobil ini sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, Polres Probolinggo perlu diberi apresiasi atas kesuksesannya mengungkap pelaku," kata Ketua LSM AMPP Lutfi yang juga memajang banner ucapan selamat.

Arsya menjadikan karangan bunga itu sebagai pelecut semangat.

"Terimakasih dukungan masyarakat atas ungkapan ini. Ini akan membawa kami lebih semangat mengungkap tindak pidana lainnya," kata Arsya menanggapi banjirnya karangan bunga di kantornya.

Selama menjabat Kapolres Probolinggo, ada tiga kasus Pembakaran mobil. Dua kasus masih sedang diselidiki.

Selama konferensi pers, S mengenakan baju tahanan berwarna orange. Dia tidak memberikan keterangan sama sekali terhadap awak media.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga pria, warga Probolinggo, ditangkap polisi setelah membakar mobil warga usai diberi imbalan uang Rp 8 juta oleh seseorang.

Satreskrim Polres Probolinggo beserta Polsek Kotaanyar meringkus komplotan tiga pelaku pembakaran mobil tersebut di Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. B

Komplotan berjumlah tiga orang ini yakni DH (40), warga Kecamatan Paiton, M (21) warga Kecamatan Kraksaan, dan BU (43), warga Kecamatan Pakuniran.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, mobil yang dibakar komplotan pelaku yakni mobil Daihatsu Sigra Nopol N 1884 QL milik Syaiful Bahri (35). ig/fa

824

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id