Pimpin Upacara Harjakapro-Otoda, Bupati Joko Kenang Sejarah Saat Kiai Djojolelono Dilantik

Plt Bupati Joko memimpin upacara Harjakapro.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Pemkab Probolinggo menggelar upacara hari jadi ke-277 Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) dan Hari Otonomi Daerah ke-27 di alun-alun Kraksaan, Jumat (28/4/2023). 

Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengatakan tahun ini tepatnya tanggal 18 April 2023, Kabupaten Probolinggo berusia 277 tahun. 

"Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo mengajak semua untuk mengingat kembali sejarah ketika Kiai Djojolelono dilantik menjadi Bupati Probolinggo pertama pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram, tanggal 18 April 1746," kata Joko saat menjadi inspektur upacara. 

Joko mengajak Harjakapro sebagai momentum bangkit bersama untuk bersinergi melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan kemiskinan, menekan angka stunting, peningkatan kualitas SDM dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo berakhlak mulia, sejahtera, berkeadilan dan berdaya saing. 

Menurut Joko, banyak pembangunan yang telah dilaksanakan dan kemajuan yang dicapai sekaligus juga tantangan dan persoalan yang harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat ke depan. 

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh komponen pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk bersama-sama mengayunkan langkah mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27, Plt Bupati Joko meminta hendaknya dijadikan sebagai momentum oleh pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk secara bersama-sama memupuk semangat kerja, motivasi, dedikasi dan pengabdian guna meningkatkan penyelenggaraan otonomi daerah yang berkualitas menuju Indonesia unggul.

“Setelah dua puluh tujuh tahun berlalu, otonomi daerah memberikan dampak positif pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah dengan segala kemajuan yang telah dicapai. Secara filosofis tujuan dilaksanakannya otonomi daerah dengan mendelegasikan sebagian kewenangan dan urusan pemerintahan untuk memastikan daerah mencapai kemandirian serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Pemda harus senantiasa fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing perekonomian daerah. Inilah tujuan utama otonomi daerah yang harus menjadi prioritas kebijakan pada setiap pemerintah daerah di Indonesia.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah ini bukan sekedar seremoni belaka, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi sudah sejauh mana penyelenggaraan otonomi daerah bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengingat komitmen bersama membangun pemerintah daerah yang bersih, transparan dan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada Camat, Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa berprestasi di Kabupaten Probolinggo. Serta penyerahan sertifikat aset Pemerintah Daerah dari Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo. 

Upacara peringatan Harjakapro ke-277 dan Hari Otonomi Daerah ke-27 ini diikuti oleh 27 pleton terdiri dari perwakilan aparatur OPD (Satpol PP, Dishub dan Korpri), organisasi kepemudaan (KNPI, Karang Taruna, GP Ansor dan Linmas), CSR, PKK (Kecamatan Kraksaan dan Desa), organisasi profesi (PGRI, IBI dan PPNI), mahasiswa, pelajar serta pramuka. ig/fa

916

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id