Lika-liku Ansor Kraksaan Hingga Gelar Haul Matinya Pergerakan

10 PAC Ansor Kraksaan gelar haul satu tahun matinya pergerakan Ansor Kota Kraksaan

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Sejumlah kader PC GP Ansor Kota Kraksaan menggelar kegiatan Haul Satu Tahun Matinya Pergerakan Ansor setempat karena selama satu tahun terakhir ini menurut mereka tidak ada kegiatan sama sekali.

Kegiatan itu digelar di selatan kantor PC GP Ansor Kota Kraksaan Jalan Rengganis Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kantor di timur Islamic Center pada Selasa (24/1/2023) sekitar pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh kader di 10 PAC. Rata-rata kader di tiap PAC berjumlah 20 sampai 30 kader.

Senior PC GP Ansor Kota Kraksaan, Chatiburrohman mengatakan, selama satu tahun terakhir ini Ansor Kota Kraksaan dipimpin olen Zen Ubaidillah pasca konferensi pemilihan ketua pada Minggu (19/12/2021).

“Tidak ada kegiatan dalam satu tahun terakhir ini pasca konferensi itu. Bisa dilihat kantor yang ada tidak dimanfaatkan dengan maksimal dan terlihat seperti gudang. Pengkaderan tidak ada dan malah melakukan kegiatan di luar wilayahnya, seperti kemarin malah melakukan kegiatan di Kota Probolinggo sementara yang di sini terbengkalai,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan diadakannya kegiatan itu adalah untuk memberikan peringatan dan masukan kepada pimpinan wilayah dan pusat agar segera mengambil sikap supaya Ansor Kota Kraksaan bisa kondusif kembali karena kedua pimpinan yang disebut tadi terkesan cuci tangan membiarkan polemik ini terjadi selama satu tahun lebih.

Semetara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kraksaan, M Yazid mengatakan, gerakan arus bawah tersebut diperhatikan oleh PW GP Ansor Jatim. Begitu juga oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

“Gerakan ini murni gerakan arus bawah, karena melihat kondisi PC Kota Kraksaan yang mati suri lebih dari satu tahun. Namanya gerakan, tapi ini malah tidak bergerak sama sekali. Tolong sahabat-sahabat di pimpinan wilayah dan pusat, memperhatikan kami yang dibawah ini,” harap Yazid.

Yazid menambahkan, harusnya momentum Satu Abad NU saat ini dimanfaatkan oleh ketua untuk melakukan konsolidasi ke PAC dan Ranting, merajut ukhuwah.

“Tapi malah ditinggalkan dan berkegiatan di daerah lain, hanya ditukar dua bedak pameran. Ini maksudnya apa?,” tambah Yazid. hul

Klarifikasi Ketua Ansor

Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan, Zen Ubaidillah angkat bicara soal kegiatan Haul Satu Tahun Matinya Pegerakan Ansor setempat. Ia membantah selama satu tahun terakhir di masa kepemimpinannya itu Ansor tidak menggelar kegiatan sama sekali.

Saat dihubungi oleh duta.co via Whatsapp pada Rabu (25/1/2023), Zen menyebut, pihaknya sudah menggelar sejumlah kegiatan. Ia pun menjelaskan terlebih dahulu soal kegiatan haul itu yang dinilainya merupakan kegiatan liar.

“Pada Selasa (24/1/2023) kemarin malam ada sekelompok orang yang mengatasnamakan anggota dan pengurus GP Ansor Kota Kraksaan mengadakan sebuah kegiatan bertajuk Haul Satu Tahun Matinya Pergerakan PC GP Ansor Kota Kraksaan. Perlu diketahui bahwa kegiatan itu kegiatan liar yang diadakan tanpa koordinasi dengan kami,” terang Zen.

Zen melanjutkan, Ansor saat ini dipimpin olehnya sebagai Kader yang terpilih secara sah pada Konferensi Cabang III Ansor Kota Kraksaan pada Minggu (19/12/2021) lalu.

Ia menyebut, kegiatan liat itu dimotori oleh orang – orang (sepuluh orang mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang / PAC di lingkungan PC Ansor Kota Kraksaan) yang tidak punya legal standing atau landasan hukum untuk membahas soal apa pun tentang Ansor Kota Kraksaan, karena secara struktur Surat Keputusan (SK) kepengurusan sepuluh PAC itu sudah berakhir sejak bulan November 2022, dan mereka sampai saat ini tidak mengajukan surat permohonan perpanjangan kepengurusan kepada Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur dengan rekomendasi PC GP Ansor Kota Kraksaan.

Selanjutnya soal tuduhan bahwa Ansor Kota Kraksaan tidak mengadakan kegiatan selama satu tahun ini menurut Zen merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan cenderung berbau fitnah, karena pada Rabu (27/4/2022) lalu pihaknya justru sudah mengadakan peringatan Harlah ke -88 GP Ansor di Ridho Out Bound Krejengan.

“Saat itu semua pengurus PAC yang SK-nya masih berlaku kami undang, dan hanya ada empat PAC saja yang hadir di kegiatan itu, sisanya (sepuluh PAC) tidak ada yang hadir, ini menunjukkan bahwa sepuluh PAC ini tidak mengindahkan undangan dan instruksi dari pimpinan di atasnya, ini sebuah tindakan indisipliner yang tidak dibenarkan dalam organisasi. Selain tidak menghadiri undangan Harlah itu mereka melakukan intimidasi, provokasi, bullying dan fitnah kepada sahabat – sahabat yang menghadiri acara resmi tersebut,” tutur Zen.

Zen menambahkan, demi melakukan penataan organisasi menurut garis-garis aturan organisasi yang terdapat dalam PO (Peraturan Organisasi) GP Ansor maka pada Sabtu (16/7/2022) Ansor Kota Kraksaan mengundang seluruh Ketua PAC (14 PAC) di bawah naungannya untuk menghadiri sosialisasi tentang Akreditasi Organisasi yang wajib dilaksanakan setiap tahun.

“Dan terjadi lagi, hanya empat ketua PAC saja yang hadir, bahkan satu anggota Banser yang hadir mengawal salah satu ketua PAC diintimidasi oleh orang yang tidak paham organisasi. Selain itu untuk penataan organisasi dua kali (September dan Oktober 2022), para Ketua PAC itu kami undang lagi, tapi tetap hanya empat ketua PAC yang hadir. Ini merupakan tindakan indispliner organisasi yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun,” kata Zen.

Soal kegiatan yang digelar di luar kota pada Jumat (13/1/2023) hingga Minggu (22/1/2023), Ansor Kota Kraksaan bekerjasama dengan PC GP Ansor Kota dan Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan Festival Satu Abad NU G .Ansor Probolinggo Raya di Alun – Alun Kota Probolinggo.

Kegiatan itu diisi dengan lomba – lomba dari Ansor dan banom – banom NU yang lain. Kegiatan berjalan dengan sukses dan mendapat sambutan antusias dari masyararkat Probolinggo. Kegiatan yang dibarengi dengan bazar UMKM dan Obral Durian ini berlangsung selama sepuluh hari, setiap hari dibuka sejak pukul 16.00 – 22.00 WIB, tiap malam ramai dikunjungi ribuan warga Probolinggo yang terpaksa selalu membuat kemacetan di jalan – jalan sekitar Alun – Alun Kota Probolinggo.

“Sebelum kegiatan, kami sudah mengundang dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada seluruh anggota dan kader GP Ansor Kota Kraksaan, kita sudah melakukan rapat internal di level Pengurus Cabang GP Ansor Kota Kraksaan, bahkan ketika berita rencana kegiatan ini dishare di grup WA yang mengatasnamakan PC Ansor Kraksaan beberapa orang dari mereka melontarkan komentar yang kurang baik dengan maksud bullying kepada kegiatan tersebut,” sebut Zen.

Soal kantor yang terbengkalai, Zen memang sengaja mengabaikan kantor itu karena belum ada mesin pompa untuk air. Sebab, pompa air dari PDAM sudah dicabut karena pengurus yag lama tidak membayar PDAM selama 7 bulanan sehingga selama ini pihaknya terpaksa mengadakan rapat di rumah pengurus-pengurus cabang. ig/fat

 

1102

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id