Ini Penyebab Gaji Pekerja Pria Lebih Tinggi dari Wanita

Ilustrasi salary

BERITAKATA.id - Gaji antara laki-laki dan perempuan memiliki kesenjangan, gaji laki-laki lebih banyak jika dibandingkan dengan gaji perempuan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata kesenjangan upah antara pekerja laki-laki dengan perempuan  di Indonesia mencapai 26,4%. 

Salah satu faktornya adalah tingkat pendidikan. Berdasarkan penelitian World Bank, 5% perempuan putus sekolah karena mereka sudah dianggap sudah cukup dan tidak perlu sekolah lebih tinggi lagi. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki.

Lalu, bagaimana jika pendidikan yang diterima setara? Menurut International Labor Organization (ILO) dan United Nation Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) tahun 2020, walaupun pendidikan keduanya setara, gajinya akan tetap berbeda. 

Gaji laki-laki akan tetap lebih unggul dibandingkan dengan milik perempuan, ditambah lagi bila si laki-laki menyandang status sebagai ayah. Laki-laki bahkan bisa mendapat tambahan gaji dari status tersebut yang biasa disebut Father Wage Premium. Berbalik dengan perempuan, saat perempuan menyandang status sebagai seorang ibu, mereka akan dianggap sudah kurang komitmen apalagi saat dihadapkan dengan mengurus rumah tangga dan anak. Hal ini biasa disebut dengan Motherhood Penalty.

Perempuan juga akan dihadapkan dengan pilihan yang sulit setelah ia melahirkan dan menyusui anaknya. Apabila perempuan resign dari tempat kerjanya usai melahirkan dan melamar kerja kembali setelah pulih, kemungkinan baginya untuk dipanggil di sesi interview akan lebih kecil daripada perempuan yang belum memiliki anak.

Dengan adanya kesenjangan gaji ini bisa secara tidak langsung merusak mental dari perempuan. Mereka akan berada di satu tekanan yang dapat mempengaruhi stres psikososial perempuan karena gajinya yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Padahal beban pekerjaan mereka sama.

Menyelesaikan masalah kesenjangan gaji tentu butuh kerja sama dan kontribusi dari berbagai pihak. Kata The Conversation, pemegang kebijakan perlu menyebarkan kembali apa itu kesetaraan gender. Biasanya, laki-laki dan perempuan melihat definisi kesetaraan gender dengan cara yang berbeda. Banyak laki-laki yang menganggap bahwa kesetaraan telah tercapai. Namun, banyak perempuan yang menganggap kita masih sangat jauh dari kata setara.

Berikan informasi yang tepat, maka mitos soal perempuan karier dapat memudar dan mendukung gaji yang lebih setara. Kebijakan ini tentu perlu didukung oleh perusahaan tempat perempuan bekerja itu sendiri. ig/fat

1484

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id