Harga Beras Naik, Komisi II Sidak Bulog

Anggota Komisi II Wahid Nurahman saat melakukan sidak di gudang Bulog

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo melakukan inspeksi dadakan (Sidak) ke gudang Bulog Sub Divre di Kelurahan Sukoharjo, Kota Probolinggo, Rabu (25/1/2023). Pasalnya, harga beras di Kabupaten Probolinggo berangsur-angsur naik.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Edi Susanto menyebut, harga beras di pasaran terus naik dan bahkan mencapai Rp 14 ribu per kilogram. 

“Oleh sebab itu, kami mendatangi Gudang Bulog untuk memastikan stok beras untuk Kabupaten Probolinggo dan harganya berapa,” terang Edi.

Dari hasil sidak, Bulog mengambil beras dengan harga Rp 8.300 per kilogram, dijual dengan harga Rp 9.000 per kilogram. 

Pihaknya pun merekomendasikan pada Bulog bersama Pemkab Probolinggo agar secepatnya melakukan operasi pasar langsung kepada konsumen. Supaya harga beras terus stabil dan tidak terus beranjak naik.

Sementara menurut anggota Komisi II, Wahid Nurrahman, persediaan beras di Bulog untuk Kabupaten Probolinggo masuk kategori menipis, bahkan krisis. 

Wahid khawatir persediaan beras ini tidak cukup sampai masa panen bulan Maret. Apalagi sudah mendekati Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Bulog Sub Divre Probolinggo dan Pemkab Probolinggo segera meminta Divre Bulog Jatim untuk menambah persediaan besar. Mengantisipasi datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kalau memang cadangan beras nasional juga menipis, tentu pemerintah harus segera mendatangkan beras impor. Tapi, kran impor beras tetap harus dijaga,” jelas minta Wahid.

Wakil Pimpinan Kantor Bulog Sub Divre Probolinggo, Nurhudha Zus Julianto mengatakan, persediaan beras untuk saat ini khusus Kabupaten Probolinggo ada sekitar 1.600 ton. 

“Menurut kami, itu cukup hingga masa panen bulan Maret. Saat ini sudah masuk masa tanam. Bahkan, sudah ada beberapa daerah yang mulai panen. Meski belum panen raya. Awalnya stok kami ada sebanyak 2.400 ton namun dikirim ke Bali 800 ton dari Bulog Cabang Probolinggo, itu sesuai surat dari pusat. Perkiraan kami, tidak ada lagi permintaan dari pusat atau provinsi, untuk mengirim beras ke daerah lain. Karena memang persediaan beras di Bulog ini sisa segini,” tandasnya. ig/fat

1068

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id