Hadiri Puncak Bulan Gotong Royong di Madiun, Pacu Semangat Desa dan PKK

Khofifah menghadiri acara Puncak BBGRM. Nunung dan Endang hadir mewakili Pemkab Probolinggo.

Memacu semangat desa-desa di Kabupaten Probolinggo memadukan langkah antara pemerintah desa dan PKK untuk lebih berprestasi.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Nunung Timbul Prihanjoko, menghadiri acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XX dan Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-51, di Pendopo Ronggo Djomeno Kabupaten Madiun, Minggu (16/7/2023).

Tak sendiri, Nunung didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Rita Erik Susanti Ugas Irwanto, Plh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Endang Rustiningsih, dan staf DPMD.  

Dinas PMD menjadi leading sector rombongan Pemkab Probolinggo dalam kegiatan tersebut. Bagaimana agar desa-desa dan PKK terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

Nunung mengatakan, dari acara yang dihadiri Pemkab Probolinggo tersebut, pihaknya berharap dapat memacu semangat desa-desa di Kabupaten Probolinggo memadukan langkah antara pemerintah desa dan PKK untuk lebih berprestasi.

“Lalu, berinovasi untuk kemajuan desanya yang bertujuan untuk mengurangi angka balita stunting, berbuat nyata untuk masyarakat sehingga mengurangi angka kemiskinan,” kata Nunung, Senin (17/7/2023).  

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pemkab dan pemkot di Jawa Timur.

Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, permasalahan stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, protein atau pun kalori, melainkan juga dapat disebabkan oleh kurangnya kasih sayang.

“Ternyata problem stunting itu tidak hanya disebabkan dari asupan gizi yang rendah, melainkan juga karena kurangnya kasih sayang. Pada skala inilah sudah mulai ada redefinisi pola kehidupan, bahwa agar asupan itu bisa diberikan dengan proporsional dan baik selama kehamilan hingga pasca melahirkan. Maka, kasih sayang bapak kepada sang ibu tidak boleh berkurang,” tutur Khofifah, seperti dilansir kominfo jatimprov.

Gubernur Khofifah juga meminta agar pada setiap calon keluarga yang akan melakukan pernikahan dapat lebih diperhatikan supaya terlaksana dengan lebih seksama. 

“Saya ingin kepada para Tim Penggerak PKK, guru-guru PAUD, parenting, Posyandu, KUA, dan tim dari kecamatan yang berseiring dengan Danramil, agar bersama-sama menyiapkan anak-anak Jawa Timur dapat bertumbuh kembang dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Ini bukanlah hal yang sederhana yang tidak sekedar stunting diintervensi dengan asupan gizi, namun ternyata ada faktor yang cukup kuat pengaruhnya dan itu adalah kasih sayang. Jadi, silahkan mem-break down apa saja kegiatan yang tepat dilakukan masing-masing desa melalui Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, dan bidan desa,” ujarnya. 

Terkait kemiskinan ekstrim, Gubernur Khofifah mengimbau kepada para kepala daerah, Bupati dan Wali Kota, agar melakukan penurunan kemiskinan ekstrem secara signifikan. 

“Per semester satu 2022, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur tinggal 1,8 persen. InsyaAllah dengan kerja keras kita semua, saya ingin ini kita jadikan target BBGRM. Bahwa satu bulan ini kita bisa menurunkan kemiskinan ekstrem lebih signifikan lagi,” imbau Khofifah. 

Khofifah mengajak, agar melakukan penyisiran terhadap rumah-rumah tidak layak huni. Selain itu, untuk mengintervesikannya bisa bersinergi dan berseiring dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi. ig/fa/**

858

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id