Gubernur Bantah LPG 3 Kg Kosong, Ini Kata Pengecer

Gubernur memantau stok LPG 3 kg di sebuah agen di Kraksaan, Probolinggo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah terjadi kekosongan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Probolinggo. 

"Mana kosong? Tadi saya mengecek ke pangkalan dan agen, stok masih aman. Hanya saja memang terjadi peningkatan pembelian masyarakat," ujar Khofifah saat ditemui di agen LPG Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (2/8/2023). 

Khofifah mengklaim, dari pengecekannya ke pangkalan di Desa Kalibuntu dan agen di Kraksaan, dirinya tidak menemukan adanya kelangkaan LPG 3 kg di Jatim, khususnya di Probolinggo. 

Momen Idul Adha 1445 dan kepulangan jamaah haji Kabupaten Probolinggo membuat tingkat pembelian LPG 3 kg meningkat. Bahkan, menyambut momen HUT  Ke-78 RI, pembelian diprediksi akan mengalami peningkatan. 

Khofifah meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan persediaan LPG 3 kg. Sebab, selama ini pihak pertamina terus mengecek perkembangan LPG 3 kg yang ada di masyarakat. 

"Apalagi selama dua pekan terakhir, pada Juli 2023 ini, Pertamina menambah stok sebanyak 1,5 juta tabung untuk Jawa Timur. Dan pada Agustus ini, pihaknya berharap Pertamina dapat mengalkulasi tambahannya.  

Jika masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram, bisa beli langsung datang ke pangkalan, stok ada dan harganya Rp 16 ribu. Kalau jual di atas itu, punishment dari Pertamina," tandas Khofifah. 

Sementara itu, Humas Pertamina Jawa Timur-Bali Taufik Kurniawan memastikan stok LPG 3 kg untuk Jawa Timur termasuk Probolinggo masih tergolong aman. 

"Pada dasarnya sangat aman. Dan untuk ke depan, terkait kebutuhan kami terus mengevaluasi, agar persediaan yang ada tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakat," jelas Kurniawan. 

Sementara, pengecer LPG 3 kg bernama Emi di Kecamatan Kraksaan,  menyebut gas LPG 3 kg masih sering kosong. 

"Hari ini kosong, dan sering kosong. Sekarang saya hanya punya gas untuk digunakan sendiri. Kalau dijual bingung saya mau masak," tukas Emi.

Menurut Emi, dirinya mendapatkan pasokan LPG seminggu sekali, itupun dibatasi 5 tabung. Biasanya dia mendapatkan jatah 10 tabung sekarang 5 tabung. 

Saat stok LPG normal, Emi mendapatkan pasokan dua hari sekali dan sebanyak 10 tabung. 

"Ini sekarang sudah empat hari stok LPG  kosong di toko. Kata agen sekarang agak susah. Gas LPG 3 kg dibagi rata ke para pengecer lain agar kebagian semua meski jatah sudah berkurang," jelas Emi. 

Emi menambahkan, dirinya mengulak LPG 3 kg Rp 18.000 ke agen. Terjadi kenaikan dari harga semula Rp 16.000.

Emi berharap kelangkaan LPG 3 kg segera berakhir. Kondisi ini sudah terjadi sekitar tiga pekan. 

"Semoga segera normal kembali pasokannya. Biar masyarakat tidak bingung LPG. Kasihan. Masyarakat masih harus mencari ke Kecamatan Paiton dan Pajarakan.  Mau pakai tungku, di sini tidak ada kayu. Masyarakat sekarang pun harus mengirit-irit untuk masak," pungkas Emi. ig/fa

879

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id