Geger Candi Ditemukan di Bawah Tanah Leces

Miniatur candi yang ditemukan di bawah tanah di Leces, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger dengan penemuan miniatur candi di dalam tanah. 

Miniatur candi tersebut ditemukan saat pekerja proyek pelebaran jalan nasional Probolinggo-Lumajang mengeruk tanah dengan eskavator. 

Menurut Mardi (55), warga setempat, benda tersebut ditemukan saat pekerja proyek mengeruk tanah sedalam sekitar 2 meter pada Selasa (10/10/2023). 

Setelah petugas pekerja proyek menemukan itu, petugas tersebut kembali mengeruk tanah untuk mengangkat miniatur candi. 

"Beratnya sekitar 100 kg, saat diangkat oleh 6 orang tidak kuat. Eskavator dibantu keenam orang untuk memindah benda tersebut, ke depan gang sebelah jalan raya nasional tersebut," tukas Mardi. 

Miniatur candi memiliki dimensi 50 x 50 cm dengan tinggi satu meter. Bentuk miniatur menyerupai candi dan berundak, bahkan ada lubang di bagian atas patung yang dikelilingi ornamen di dindingnya. 

Dari ujung patung yang rusak, terlihat bahan yang digunakan untuk candi tersebut yaitu berupa batu bata yang dicampur semen. 

"Penemuan miniatur candi tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian," jelas Mardi, Kamis (12/7/2023).  

Kapolsek Leces AKP Nila Ifo membenarkan penemuan miniatur candi tersebut. Dari hasil keterangan yang dia dapatkan, terungkap bahwa miniatur tersebut bukan merupakan peninggalan sejarah, sebab bahannya dilapisi semen. 

"Cagar budaya peninggalan sejarah biasanya berbahan batu kali yang kemudian diukur diukir seperti candi," jelas Ifo. 

Nila mengungkapkan, kemungkinan miniatur tersebut sisa puing bangunan masa lalu tapi bukan peninggalan sejarah, karena itu miniatur kemudian dikembalikan kepada warga sekitar. 

Foto miniatur candi tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan. 

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo ke lokasi mengecek penemuan miniatur candi tersebut pada Rabu (11/10/2023). 

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sugeng Supri Sayoga menegaskan bahwa miniatur candi tersebut bukanlah peninggalan kerajaan Majapahit atau peninggalan sejarah. 

"Bukan benda cagar budaya. Pasalnya bahan dari miniatur candi berbahan batu bata yang dilapisi semen. Kami duga benda itu dibikin sekitar tahun 1950, diduga kuat miniatur ini sebagai tempat sesaji," kata Sugeng. 

Meski begitu, dia masih menduga ada benda kuno yang terpendam di tanah sekitar Desa Kerpangan karena dari catatan sejarah tim peduli kebudayaan Kabupaten Probolinggo, diduga ada candi di Desa Kerpangan. 

"Candi yang diduga ada di Kerpangan masih sedang dicari oleh tim peduli kebudayaan," ujar Sugeng. ig/fa 

608

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id