Dukung Bus Patas, 44 Desa Naik Kelas Menjadi Desa Mandiri

Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Dinas PMD Edy Suryanto, dan aktivitas pembangunan di desa.

Kabupaten Probolinggo menyumbang 44 desa mandiri dari 2.800 desa mandiri se-Jatim. Tahun 2023 ada 21 desa mandiri dan 18 desa maju baru.
 

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Desa-desa di Kabupaten Probolinggo turut mendukung slogan dan program kerja Bus Patas Pemkab Probolinggo. Bus Patas akronim dari Bersama Untuk Sinergi, Loyalitas, Kualitas, Efektivitas, dan Tuntas.  

Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya 21 desa mandiri dan 18 desa maju baru di Kabupaten Probolinggo, oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Ketua Umum Satgas Bus Patas yang juga Sekretaris Daerah Ugas Irwanto mengatakan, percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam segala bidang, harus didukung.  Serta harus bersinergi mulai dari tingkatan terbawah, yaitu masyarakat, tingkat desa, kecamatan hingga tingkat Kabupaten.

“Melalui slogan Bus Patas, maka pondasi awal yang harus disinergikan kita perkuat dulu. Tingkatan paling dasar, yaitu desa. Nah, dengan predikat desa mandiri yang semakin bertambah jumlahnya dengan slogan Bus Patas, maka secara otomatis pondasi kemandirian akan terbangun dengan kokoh dalam meningkatkan pembagunan dan perekonomian masyarakat desa secara khusus, dan masyarakat Kabupaten Probolinggo secara umum,” jelas Sekda Ugas saat dihubungi, Rabu (23/8/2023).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengungkapkan, peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) dari 325 desa di Kabupaten Probolinggo tahun ini telah mencapai skor 0,74. Angka itu sudah melampaui target skor IDM yang ditetapkan sebelumnya oleh Pemkab Probolinggo yakni 0,69.

Dengan capaian skor IDM itu, terdapat peningkatan jumlah desa mandiri, dan maju, serta pengurangan jumlah desa berkembang.

“Desa tertinggal sudah tidak ada lagi di wilayah Kabupaten Probolinggo,” jelas Edy.

Kepala OPD yang baru saja menunaikan ibadah haji ini menambahkan, desa mandiri di Kabupaten Probolinggo tahun ini jumlahnya sebanyak 44 desa. Desa maju sebanyak 192 desa, dan desa berkembang sebanyak 89 desa.

Jumlah tersebut jauh lebih baik jika dibanding tahun sebelumnya, desa mandiri hanya sebanyak 23 desa, desa maju 174 desa, dan desa berkembang 128 desa.

Penurunan jumlah desa berkembang berarti ada kemajuan. Sebab, desa berkembang sudah naik menjadi desa maju. Dari desa maju, naik menjadi desa mandiri.

“Total ada 21 desa yang naik kelas menjadi desa mandiri tahun ini,” ungkap Edy.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Potensi Lembaga Desa pada Dinas Farhan Hidayat mengungkapkan, Kabupaten Probolinggo kini berada di peringkat 140 IDM se-Indonesia, dari 434 Kabupaten/Kota.

“Kabupaten Probolinggo menyumbang 44 desa dari 2.800 desa mandiri se-Jawa Timur. Sehingga Jawa Timur dinyatakan sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak se-Indonesia,” jelas Farhan.

Menurut Farhan, masih ada 89 desa berkembang. Puluhan desa ini harus terus didorong untuk meningkatkan IDM-nya untuk naik menjadi desa maju. Meski tidak mudah dan butuh waktu, segala upaya akan dikerahkan supaya Pembangunan di tingkat desa lebih terarah dan bermanfaat. ig/fa/**
 

762

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id