Dimulai, Kampanye Kendaraan Listrik di Probolinggo

Wabup dan Kapolres Probolinggo mengendarai motor listrik saat konvoi.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Kampanye penggunaan kendaraan listrik dimulai di Kabupaten Probolinggo. Dalam rangka memberikan sosialisasi terkait kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan konvoi pengggunaan motor listrik, Selasa (15/11/2022) pagi.

Konvoi penggunaan sepeda motor listrik yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono ini melibatkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Konvoi penggunaan sepeda motor listrik ini mengambil start dan finish di halaman Kantor Bupati Probolinggo. Sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan konvoi penggunaan sepeda motor dilepas oleh Timbul dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Usai dari Kantor Bupati Probolinggo, rombongan bergerak ke arah timur melewati Jalan Panglima Sudirman dan belok ke arah RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sesampainya di depan eks Kantor PMI Kabupaten Probolinggo, rombongan membagikan vitamin kepada masyarakat dan melanjutnya perjalanan ke arah barat.

Sesampainya di depan pertokoan di Kelurahan Sidomukti, rombongan kembali berhenti dan membagikan sejumlah kebutuhan pokok kepada masyarakat. Kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Pasar Semampir dan Iyon’s Café Kecamatan Krejengan. Serta kembali finish di Kantor Bupati Probolinggo.

Timbul menyampaikan, kegiatan konvoi sepeda motor listrik ini dilakukan untuk meramaikan forum G20. Tidak kalah pentingnya bagaimana merespon anjuran dari pemerintah pusat untuk mulai beralih pada kendaraan yang ramah lingkungan berupa sepeda motor listrik.

“Tadi kita bersama dengan jajaran Forkopimda serta Kepala OPD dan Camat melakukan konvoi sepeda motor listrik untuk mengenalkan kepada masyarakat sekaligus sosialisasi tentang kendaraan yang ramah lingkungan,” kata Timbul.

Timbul menegaskan bahwa sepeda motor listrik yang dikendarai ini merupakan milik pribadi dari para pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Sebab para pejabat ini membeli sendiri-sendiri.

“Harapannya masyarakat bisa bersama-sama sesuai himbauan pemerintah pusat untuk menaiki kendaraan yang ramah lingkungan. Ini memang hal yang baru berupa tahapan sosialisasi supaya dengan kesadaran sendiri masyarakat bisa mengendarai kendaraan yang ramah lingkungan,” harap Timbul.

Sementara Kapolres Probolinggo AKBP, Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan terkait dengan regulasi untuk kendaraan listrik sudah ada dan sedang diambil turunan dari Polda Jatim. Tetapi untuk saat ini belum semua merk sepeda motor listrik bisa dikeluarkan surat dikarenakan memang mungkin dari produsennya belum mendaftarkan.

“Saat ini sudah ada beberapa merk yang sudah keluar surat kendaraannya dan saya yakin nanti ke depan para produsen ini apabila masyarakat minatnya tinggi terhadap kendaraan listrik juga akan segera mengurus sehingga nantinya kendaraan ini bisa dioperasionalkan sebagaimana kendaraan sepeda motor yang lainnya,” jelas Arsya.

Arsya menerangkan saat ini memang terkait dengan spesifikasinya masih perlu ada uji coba. Nanti pihaknya akan memberikan masukan kepada produksen sehingga kendaraannya layak digunakan di jalanan umum.

“Kendaraan ini masih terbatas terkait dengan jarak tempuhnya dan dikhawatirkan kalau digunakan di jalan utama bisa terjadi kendala. Apakah mungkin daya jangkaunya kurang. Sekarang uji coba harapan ke depan bisa beroperasional layak,” tutur Arsya.

Sehubungan masih dalam tahapan uji coba terang Arsya, pihakya masih menerapkan tilang dan masih memberikan dispensasi.

“Silahkan digunakan sambil kita menunggu terkait dengan aturan penomoran kendaraannya. Jika nanti sudah keluar masyarakat yang sudah memiliki untuk segera mengurus. Untuk helm itu memang wajib digunakan karena untuk keselamatan pengendara,” pungkas Arsya. ig/fat

1024

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id