Berapa Persen Pungutan Negara dari Satu Bungkus Rokok?

Besaran cukai rokok dalam satu bungkus.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Probolinggo Nangkok Pasaribu menegaskan, pemerintah memiliki tujuan tertentu dengan menaikkan cukai rokok tiap tahun. 

Nangkok mengatakan, penyebab cukai rokok selalu naik tiap tahun hingga membuat harga rokok naik memiliki tujuan agar konsumsi rokok berkurang. 

"Tujuannya untuk menekan tingkat konsumsi rokok. Sehingga cukai rokok terus dinaikkan oleh pemerintah," kata Nangkok dalam sosialiasi gempur rokok ilegal yang digelar Dinas Satpol PP Pemkot Probolinggo, Selasa (4/7/2023). 

Menurut Nangkok, kebijakan pemerintah menekan tingkat konsumsi rokok karena penyakit yang banyak diidap di Indonesia adalah penyakit jantung. Penyakit jantung kebanyakan karena rokok. 

Untuk mencetak SDM berkualitas, kata Nangkok, dibutuhkan warga yang sehat. Mewujudkan masyarakat yang sehat bisa dicapai salah satunya dengan berhenti merokok. Salah satu cara menghentikan rokok dengan menaikkan cukainya secara terus menerus. 

Nangkok merinci besaran cukai atau pungutan negara terhadap rokok. Cukai rokok menjadi pendapatan terbesar pemerintah dari sisi cukai. 

"Besarannya mencapai 61 persen dari setiap harga satu bungkus rokok. Misal harga rokok sebungkus 50 ribu, cukainya sekitar Rp 30 ribu," jelas Nangkok. 

Dia berharap warga memerangi rokok ilegal, ciri-cirinya tidak dilengkapi pita cukai, harganya murah dan namanya mirip dengan rokok merk terkenal. 

Masih menurut Nangkok, barang kena cukai meliputi alkohol, minuman keras dan hasil tembakau. Tapi saat ini barang baru kena cukai adalah Tembakau Siap Giling (TSG), yakni tembakau yang sudah dicampur saus dan bahan lain. 

Sementara, Kepala Dinas Satpol PP Pujo Agung Satrio mengungkapkan, pihaknya menggandeng wartawan memerangi rokok ilegal. 

"Awak media diharapkan turut serta menggempur rokok ilegal yang jelas merugikan negara," jelas Pujo. ig/fa

858

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id