Beda 1 Syawal dengan Muhammadiyah, Ini Kata Ketua PCNU Kraksaan

Ketua PCNU Kota Kraksaan, Achmad Muzammil

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Menyikapi adanya perbedaan pelaksaan penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), Ketua PCNU Kota Kraksaan, Achmad Muzammil mengatakan, perbedaan tersebut justru merupakan rahmat dari Allah SWT.

Muzammil pun mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghargai dan jangan sampai terjadi gesekan yang membuat kerusakan persatuan dan kesatuan di kalangan masayarakat. Baik dari NU maupun Muhammadiyah.

“Saya menghormati perbedaan tersebut. Perbedaan ini jangan dijadikan jurang pemisah. Kita saling hargai dan hormati karena kita punya metode sendiri untuk menentukan 1 Ramadan maupun 1 Syawal,” kata Muzammil, Senin (17/4/2023).

Diketahui, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriyah jatuh pada hari Jumat (21/4/2023). Muzammil mengatakan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau astronomi sedangkan NU menggunakan rukyatul hilal yang juga punya hisab.

Muzammil menambahkan, posisi hisab ini hanya sebagai pembantu atau pendukung terhadap adanya rukyatul hilal.

“Rukyatul hilal ini memang sudah keputusan mu’tamar mulai dulu dan sudah ditetapkan PBNU. Dasarnya hadist nabi yang maknanya puasalah kamu bila sudah melhat hilal dan akhirilah puasamu bila sudah melihat hilal,” terang Muzammil.

Untuk penetuan 1 Syawal dari NU sendiri, Muzammil mengatakan, pihaknya mengikuti keputusan dari PBNU yang merupakan panduan struktur di tingkat bawah.

“Kami tidak bisa menetukan apakah 1 Syawal ini Jumat atau Sabtu. Jadi menunggu rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (29 Ramadan/20/4/2023). Hasil rukyatul hilal di beberapa titik se-Indonesia itu diketahui dengan syarat-syaratnya yang sudah ditentukan dan menjadi ketetapan serta ketentuan dalam menentukan hari raya,” jelasnya.

Ketika rukyatul hilal sudah memenuhi syarat, lanjutnya, maka bisa jadi 1 Syawal itu hari Jumat dan bisa jadi juga hari Sabtu.

Namun untuk sementara, Muzammil mengaku, pihaknya sempat mengadakan rapat gabungan Syuriyah dan tanfidziyah beserta badan otonom dan lembaga ormas beberapa hari yang lalu, berdasar keterangan dari Lembaga Falakiyah, kalau dilihat dari hitungan seperti Muhammadiyah, cenderungnya pada tangal 29 Ramadan itu derajatnya masih belum memenuhi syarat.

“Itu pemaparan Lembaga Falakiyah Kraksaan. Jadi belum memenuhi syarat. Kemungkinan bisa genap 30 hari untuk sementara. Kita tetap mengacu ke rukyatul hilal PBNU,” tandas Muzammil. ig/fat

1223

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id