Bawaslu Imbau KPU Cermati Pemungutan Suara di TPS Lokasi Khusus

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo untuk lebih cermat dalam proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) lokasi khusus nanti.

Pasalnya, di lokasi khusus itu, potensi terjadinya masalah lebih besar karena berbeda dari Pemilu yang sebelumnya.

Contoh lokasi khusus itu adalah pondok pesantren (Ponpes) yang tidak memulangkan santrinya saat Pemilu berlangsung nanti.

“Santri yang berasal dari luar daerah menggunakan dua surat suara, yakni untuk pemilihan presiden dan DPD, tentu ini harus kita cermati bersama by name dan by adress-nya,” ujar Qorib, Kamis (22/6/2023).

Qorib menyebut, adanya tahun ajaran baru akan berpengaruh nantinya. Penerimaan santri baru dan juga kelulusan santri lama. Jadi ada yang bertambah dan berkurang.

Bawsalu pun akan memberikan pengawasan dan perhatian khusus untuk TPS lokasi khusus ini termasuk juga memberikan himbauan kepada KPU Kabupaten Probolinggo.

Diketahui, di Kabupaten Probolinggo ada enam TPS lokasi khusus. Di antaranya, Rumah Tahanan kelas B Kraksaan satu TPS, Ponpes Zainul Hasan Genggong tiga TPS, Ponpes Nurul Jadid 13 TPS, Ponpes Nurul Qodim satu TPS, Ponpes Raudlatul Jannah satu TPS dan Padepokan Kanjeng Dimas Wangkal, Gading satu TPS. ig/fat

1291

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id