Bahan Udeng Tengger Ternyata Masih Beli ke Solo

Sekda Ugas ke kawasan Bromo memesan udeng Tengger.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Pemerintah Kabupaten Probolinggo bakal menetapkan seragam dinas baru untuk aparatur sipil negara (ASN) khusus hari Jumat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, di hari jumat, ASN akan diwajibkan mengenakan baju koko atau baju muslim/muslimat bermotif bordir (Nonis menyesuaikan).

“Untuk ASN pria, kami wajibkan untuk mengenakan udeng khas Tengger. Udeng ini sudah menjadi ciri khas Kabupaten Probolinggo,” terang Ugas, Minggu (7/5/2023).

Ugas mengaku, dirinya sudah pergi ke tempat pembuatan udeng Tengger di Bromo.

Setiba di lokasi, Ugas mendapati ternyata kain batik yang menjadi bahan utama pembuatan udeng Tengger itu sementara ini didatangkan dari Solo. 

“Jadi bukan batik lokal kita karena batik Bromo belum bisa membuat desain warna sesuai selera warna udeng yang disukai masyarakat secara umum,” terang Ugas.

Tujuan adanya kebijakan baru ini sendiri agar UKM dan home insutri di bidang udeng termasuk bordir akan tumbuh dan terangkat.

“Saya akan mulai di jam dinas memakai udeng di tiap kegiatan untuk memberikan contoh ke OPD supaya membiasakan diri. Kalau sudah jadi kebiasaan ASN, maka mau tidak mau pembuatan dan penjualan udeng akan menjamur dengan sendirinya nanti,” jelas Ugas. 

Udeng adalah penutup kepala dari kain merupakan bagian kelengkapan sehari-hari pria di pulau Jawa dan Bali, sejak masa silam sampai sekitar awal tahun 1900-an dan mulai populer kembali pada tahun 2013. ig/fat

1136

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id