Ada Sejumlah Desa di Probolinggo yang Zero Money Politic, Mana Saja?

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib mengungkapkan, ada sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo yang zero dari money politic (politik uang).

Hal itu berdasarkan dari penelitiannya beberapa waktu lalu yang dilakukannya bersama Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi.

Lantas, di manakah daerah yang dimaksud? Qorib menyebut, ada lima desa di wilayah Gunung Bromo. Yakni, Desa Ngadisari, Ngadas, Jetak, Wonoroto dan Ngadirejo yang tidak ada money politic di dalamnya.

Qorib pun sempat menanyakan, alasan mengapa orang-orang di sana yang mayoritas merupakan Suku Tengger menolak money politic.

“Mereka memegang teguh tradisi Bhekti Marang Guru Papat yaitu patuh pada empat guru. Di antaranya Guru sing Kuaso (Tuhan Yang Hasa Kusa), Guru Wong Tuwo (Orang Tua/Leluhur), Guru Pemerintah (Pemimpin), dan Guru Pasinoan (Ngaji),” jelas Qorib, Kamis (22/6/2023).

Menurut masyarakat Tengger, lanjut Qorib, guru dalam tradisi itu mengandung nilai-nilai keluhuran budi pekerti yang menumbuhkan karakter masyarakat dengan rukun dan damai.

Nilai-nilai mulia tersebut diartikan takut dan malu ketika melakukan kejahatan termasuk dalam memilih pemimpin,  baik dalam Pilkades, Pemilu, dan Pilkada.

“Mereka percaya, perbutan curang, pelanggaran, politik uang adalah perbuatan yang tidak baik yang apabila dilakukan pasti akan mendapat karma atau orang Tengger biasa menyebut kualat,” kata Qorib.

Dari penelitian yang dilakukannya itu, Qorib berharap juga bisa dilakukan oleh daerah-daerah lain. Sebab, money politic bisa berdampak pada masa depan masyarakat nantinya. ig/fat

1291

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id